{"id":863,"date":"2016-07-18T03:34:50","date_gmt":"2016-07-18T03:34:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=863"},"modified":"2016-07-18T03:34:50","modified_gmt":"2016-07-18T03:34:50","slug":"proyek-pembangunan-jembatan-teluk-kendari-myc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=863","title":{"rendered":"PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN TELUK KENDARI (MYC)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jembatan Teluk Kendari akan menghubungkan dan mempersingkat jarak Kota Lama di sebelah utara dan daerah Poasia di sebelah<br \/>\nselatan Kota Kendari.<\/p>\n<p>Kondisi sebelum penanganan :<\/p>\n<p>1. Sesuai Rencana Tata Ruang Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Kota Kendari, Pemerintah Daerah mengembangkan aktivitas pelabuhan peti kemas dan kawasan Industri di daerah Poasia sebelah selatan Kota Kendari sehingga akan menyebabkan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama.<\/p>\n<p>2. Kawasan Kota Lama yang sempit, padat, tidak tertata baik dan kurang produktif sehingga memerlukan penataan jaringan transportasi yang lebih baik.<\/p>\n<p>Tujuan Penanganan :<\/p>\n<p>1. Menunjang sistim jaringan jalan yang ada untuk membantu proses percepatan perwujudan keseimbangan perkembangan antar daerah, khususnya Kota Lama di sisi utara dengan daerah Poasia di sisi selatan Teluk Kendari, dengan mempersingkat jarak dan waktu tempuh kendaraan antara Kota Lama dan daerah Poasia.<\/p>\n<p>2. Menunjang program pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dimana pada daerah Teluk Kendari tersebut akan dikembangkan wisata marina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPrasarana yang akan dibangun :<\/p>\n<p>1. Pembangunan jembatan layang baru 2 jalur, masing-masing 2 lajur dengan median dan trotoar. Konstruksi bangunan bawah adalah pondasi tiang bor dengan pier pada jembatan pendekat dan pylon pada jembatan utama. Konstruksi bangunan atas tipe cable stayed pada jembatan utama dan gelagar pratekan pada jembatan penghubung.<\/p>\n<p>2. Pembangunan jalan pendekat (oprit) pada kedua ujung jembatan, perkerasan pondasi agregat klas A, klas B dan aspal sebagai lapis antara dan lapis penutup. Jalan pendekat menggunakan dinding penahan dari susunan beton blok.<\/p>\n<p>3. Pemasangan aksesoris berupa lampu penerangan jalan, lampu navigasi dan instalasi pengaman petir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><a title=\"Proyek Pembangunan Teluk Kendari\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/open?id=0B9vmFli008DPRm1UalQwUXFGemtCUjVJcDc3UmI0V3Q5LTBJ\">&#8220;Proyek Pembangunan Jembatan Teluk Kendari&#8221;<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jembatan Teluk Kendari akan menghubungkan dan mempersingkat jarak Kota Lama di sebelah utara dan daerah Poasia di sebelah selatan Kota Kendari. Kondisi sebelum penanganan : 1. Sesuai Rencana Tata Ruang Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Kota Kendari, Pemerintah Daerah mengembangkan aktivitas pelabuhan peti kemas dan kawasan Industri di daerah Poasia sebelah selatan Kota Kendari sehingga akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":864,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-paper"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=863"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":865,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/863\/revisions\/865"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}