{"id":509,"date":"2015-05-06T17:44:17","date_gmt":"2015-05-06T17:44:17","guid":{"rendered":"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=509"},"modified":"2015-05-07T04:50:53","modified_gmt":"2015-05-07T04:50:53","slug":"iappi-ap3i-precast-industry-usa-comparative-study-hari-kedelapan-studi-peralatan-pengujian-tahan-gempa-shaking-table-di-university-california-at-san-diego","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=509","title":{"rendered":"IAPPI-AP3I Precast Industry USA Comparative Study Hari Kedelapan : Studi Peralatan Pengujian Tahan Gempa Shaking Table di University California at San Diego"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-513 alignleft img-responsive\" src=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20.jpg\" alt=\"photo(20)\" width=\"377\" height=\"377\" srcset=\"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20.jpg 640w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20-180x180.jpg 180w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo20-600x600.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 377px) 100vw, 377px\" \/><\/a> <a href=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo21.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-512 img-responsive\" src=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo21.jpg\" alt=\"photo(21)\" width=\"424\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo21.jpg 640w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/photo21-300x224.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 424px) 100vw, 424px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Studi banding industri pracetak\/prategang IAPPI-AP3I pada hari kedelapan , Senin 4 Mei 2015 di University California at San Diego (UCSD), adalah mengambil topik peralatan pengujian tahan gempa, dimana yang paling modern saat ini adalah shaking table (meja getar). Nara sumber adalah Profesor Jose Restrepo, dimana beliau adalah yang merencanakan dan membangun seluruh sistem pengujian shaking table di UCSD mulai dari tahun 2000. Saat ini di UCSD ada 4 laboratorium uji struktur. Laboratorium pertama mirip dengan yang ada di Puslitbang Permukiman Kemen PU PR, dimana sudah terdapat dinding reaksi untuk memberikan gaya simulasi horisontal gempa, namun ada tambahan berupa shaking table 1 dimensi. Laboratorium kedua merupakan laboratorium bersejarah karena merupakan tempat dilakukannya uji sistem pracetak berkinerja tinggi PRESSS (2000-2002) skala penuh 5 lantai. Dinding reaksi dan lantai reaksi di lab kedua ini lebih tebal dari yang ada di Puslitbangkim, bahkan ada suatu set dinding reaksi yang terbuat dari beton pracetak,sehingga bisa dipindah-pindahkan. Laboratorium kedua ini didanai pembuatannya oleh yayasan swasta dan yayasan negara (National Science Foundation, NSF). Laboratorium ketiga merupakan lab khusus shaking table untuk menguji komponen isolasi dasar dan peredam yang digunakan untuk jembatan bentang besar dan pembrangkit listrik tenaga nuklir. Lab ketiga ini didanai khusus oleh Caltrans (California Department of Transportation), untuk menjustifikasi perilaku komponen isolasi dasar dan peredam bagi perkuatan jembatan di California. Caltrans memutuskan lebih baik mendanai peralatan pengujian, dibandingkan harus membuat jembatan baru, untuk menyesuaikan jembatan-jembatan terhadap peraturah gempa yang baru. Lab ini juga akhirnya menerima permintaan pengujian dari berbagai negara seperti Jepang, Korea, Italia. Laboratorium keempat merupakan laboratorium \u2018open air\u201d, yang diperuntukkan untuk uji shaking table model prototype skala besar. Shaking table di lab keempat ini berkapasitas 2500 ton, dan pernah menguji gempa bangunan skala penuh sampai 8 lantai. Peralatan shaking table sangat berguna untuk menguji inovasi sistem bangunan tahan gempa yang saat ini harus memenuhi kritera baru (sudah diadopsi Indonesia pada SNI 1726-2012), yaitu bangunan harus tetap berfungsi jika terkena gempa kuat. Inovasi yang berkembang saat ini seperti sistem pracetak kinerja tinggi untuk rumah dan bangunan tinggi, akan lebih bisa optimal hasilnya jika diuji dengan shaking table, sedangkan isolasi dasar dan peredam harus diuji oleh alat ini. Laboratorium di Indonesia harus segera mengejar ketertinggalannya, mengingat Indonesia termasuk negara yang wilayahnya termasuk \u201cring of fire\u201d. Prof. Jose Restrepo dari UCSD secara khusus bersedia membantu pengembangan shaking table di Indonesia, karena tidak hanya menyangkut dana, tapi juga persiapan sumber daya manusia, perencanaan, serta rencana pemeliharaan.<\/p>\n<div id=\"__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once\" style=\"display: none;\"><\/div>\n<div id=\"__hggasdgjhsagd_once\" style=\"display: none;\"><\/div>\n<div id=\"__if72ru4sdfsdfruh7fewui_once\" style=\"display: none;\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Studi banding industri pracetak\/prategang IAPPI-AP3I pada hari kedelapan , Senin 4 Mei 2015 di University California at San Diego (UCSD), adalah mengambil topik peralatan pengujian tahan gempa, dimana yang paling modern saat ini adalah shaking table (meja getar). Nara sumber adalah Profesor Jose Restrepo, dimana beliau adalah yang merencanakan dan membangun seluruh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":510,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-activities"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=509"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":516,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/509\/revisions\/516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}