{"id":456,"date":"2015-04-26T08:07:31","date_gmt":"2015-04-26T08:07:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=456"},"modified":"2015-04-26T08:12:50","modified_gmt":"2015-04-26T08:12:50","slug":"presentasi-progress-pembangunan-gedung-kantor-tamansari-hive-cawang-yang-menggunakan-sistem-pracetak-tahan-gempa-berkinerja-tinggi-pertama-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/?p=456","title":{"rendered":"Presentasi Progress Pembangunan Gedung Kantor Tamansari Hive Cawang yang Menggunakan Sistem Pracetak Tahan Gempa Berkinerja Tinggi Pertama di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melalui penelitian selama 2 tahun (2013-2014) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka pada tahun 2015 suatu suatu sistem pracetak tahan gempa berkinerja tinggi diterapkan pertama kali di Indonesia pada pembangunan Gedung Kantor Tamansari Hive 12 lantai di Jl. DI Panjaitan Kavling 2, Cawang Jakarta Selatan.\u00a0 Kinerja tinggi diberikan oleh sambungan balok ke kolom yang menggunakan teknik prategang paskatarik unbonded yang mempunyai daya untuk mengembalikan deformasi bangunan ke posisi semula jika terkena beban gempa (self centering). Sifat ini membuat bangunan tidak mudah mengalami kerusakan jika terkena beban gempa kuat. Kinerja tinggi juga diberikan oleh komponen pendisipasi energi (dissipater) yang berfungsi seperti sekering (tempat yang dirancang untuk rusak tapi mempunyai daktilitas tinggi, dan mudah untuk diganti) jika terkena gempa kuat. Sistem juga dirancang untuk dapat dilaksanakan tanpa scaffolding, sehingga pembangunan dapat dilakukan secara cepat dan bersih. Proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Realty, yang disupport pekerjaan pracetaknya oleh PT Wijaya Karya Beton, dan direncanakan selesai dalam waktu 1 tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/photo-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-458 img-responsive\" src=\"http:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/photo-1.jpg\" alt=\"photo (1)\" width=\"448\" height=\"335\" srcset=\"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/photo-1.jpg 448w, https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/photo-1-300x224.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah melalui penelitian selama 2 tahun (2013-2014) di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maka pada tahun 2015 suatu suatu sistem pracetak tahan gempa berkinerja tinggi diterapkan pertama kali di Indonesia pada pembangunan Gedung Kantor Tamansari Hive 12 lantai di Jl. DI Panjaitan Kavling 2, Cawang Jakarta Selatan.\u00a0 Kinerja tinggi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":459,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-activities"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=456"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":461,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/456\/revisions\/461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/459"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.iappi-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}