Sesuai dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bahwa untuk percepat pembangunan, produksi beton pracetak RI harus digenjot, maka pada Hari Selasa 13 Juni 2017 IAPPI melakukan Koordinasi dengan Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pada pertemuan tersebut IAPPI diwakili Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Tim Sekretariat, sedangkan dari Ditjen Bina Konstruksi diwakili tim dari Subdit Material dan Peralatan Konstruksi, yang dipimpin Bpk, Rusli.
Pada pertemuan tersebut dibahas strategi yang akan dilakukan kedepan agar kapitalisasi Industri beton pracetak tahun terus didorong hingga mencapai 30 persen pada tahun 2019, baik untuk industry besar dengan teknologi tinggi sampai keindustri kecil dengan teknologi sederhana. Strategi tersebut antara lain pembuatan regulasi, pedoman, pembenahan rantai pasok, sosialisasi dalam bentuk workshop, pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi. Kemen PU PR beserta IAPPI dan AP3I akan merumuskan jadwal, rencana kegiatan dan target-target antara yang akan dicapai.
Salah satu kegiatan yang disepakati dalam waktu dekat adalah Workshop PENERAPAN PRODUK INDUSTRI PRACETAK PRATEGANG DI SUMATERA DALAM BERBAGAI SKEMA PERENCANAAN DAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DAN KPBU yang akan dilakukan setelah lebaran, kemudian Forum antara seluruh stakeholder yang rencana dilakukan pada saat 5th edition of Concrete Show South East Asia tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Jakarta International Expo.
Ditjen Bina Konstuksi juga akan mendampingi kunjungan ke Balai-balai dan SNVT Kemen PU PR se Indonesia untuk mensosialisasikan serta mendampingi penerapan teknologi pracetak dan prategang.



