|
Sebagai asosiasi pendatang baru dalam kancah bisbis konstruksi
nasional, IAPPI seperti disampaikan Ketua Umum Ir. H.R. Sidjabat MPCI.,
siap menerima tantangan pembanunan, yang terus menerus meminta cara
membangun yang lebih cepat, lebih praktis sekaligus mutu lebih baik.
Menurut Sidjabat pengalaman negara maju seperti Jepang dan Singapura,
makin memberikan keyakinan bahwa sistem pracetak mampu menyelesaikan
persoalan, terutama bidang perumahan dan pemukiman, yang memerlukan
waktu lpembangunan ebih singkat , bersifat massal serta pengendalian
mutu yang baik.
Teknologi ppracetak menjadi semakin menarik dan
unik, karena tidak sekadar menawarkan produk, tetapi mencakup sistem
secara utuh. Dengan menawarkan sistem berarti pula kita ikut
bertanggung jawab terhadap kekuatan gedung yang kita bangun,"kata
Sidjabat, yang memandang cara membangun konvensional dengan cast in
situ sudah selayaknya ditinggalkan, karena keandalan struktur bangunan
yang dihasilkan sangat sulit dikendalikan. Aplikasi teknologi pracetak
yang semakin luas beberapa tahun terakhir diharapkan memberi pemahaman
yang lebih komprehensif bagi masyarakat, sehingga sistem ini segera
lebih berkembang, guna menggantikan sekaligus mengatasi berbagai
kelemahan metode konvensional.
Menghadapi tantangan pembangunan
kedepan termasuk rehabilitasi dan konstruksi di nangroe Aceh darusalam
(NAD) dan Sumatera Utara pasca tanggap darurat, Ketua Umum IAPPI
menegaskan, asosiasi secara teknis siap dan sanggup menangani, karena
pihaknya tahu persis cara serta metode pembangunan rumah maupun gedung
di daerah rawan gempa dan tsunami. "Secara teknis, IAPPI siap dan
sanggup menangani rehabilitasi serta rekonstruksi di NAD dan Sumatera
Utara, karena kita tahu persis cara serta metode pembangunan pada
daerah rawan gempa dan tsunami, "ujar Sidjabat, sambil menambahkan
sebanyak 20-an produsen sistem pracetak nasional anggota IAPPI telah
menyatakan kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan rekonstruksi sekitar
123.000 unit rumah di NAD dan Sumatera Utara.
Kepada para anggota
IAPPI, terutama perusahaan dan individu, Sidjabat menghimbau untuk
terus berinovasi menghasilkan siste-sistem baru pracetak yang lebih
baik, praktis dan murah, sebagai sumbangsih nyata asosiasi bagi
pembangunan nasional.
|